Akuntansi
Jurnal

Jurnal

Dalam buku besar pengaruh transaksi-transaksi perusahaan diklasifikasikan dan diringkas. Di dalam praktek akuntansi yang sesungguhnya, pencatatan atas suatu transaksi atau sekelompok transaksi yang sama harus didasari oleh tanda bukti transaksi yang bisa berupa kwitansi

Penyebab Ketidakseimbangan Neraca Saldo

Penyebab Ketidakseimbangan Neraca Saldo

Apabila ditemukan ketidakseimbangan antara jumlah sisi debit dan jumlah sisi kredit pada neraca saldo yang dibuat oleh perusahaan, maka hal ini memberi petunjuk adanya kesalahan. Berikut ini beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab terjadinya ketidakseimbangan tersebut adalah:

Contoh-contoh Analisa Transaksi

Contoh-contoh Analisa Transaksi

Pada postingan sebelumnya saya pernah menulis tentang Analisa Transaksi, dan kali ini saya akan memberikan sedikit Contoh-contoh Analisa Transaksi yang mungkin dapat membantu belajar anda khususnya dalam bidang Seputar Akuntansi.

Proses Pembuatan Neraca Saldo

Proses Pembuatan Neraca Saldo

Penyusunan neraca saldo dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. Pertama jumlahkan kolom debet dan kolom kredit semua rekening yang terdapat di buku besar. 2. Tulis hasil penjumlahan tersebut pada kolom yang bersangkutan. Untuk rekening yang hanya berisi satu baris maka tidak perlu dilakukan penjumlahan karena jumlah kolom debet atau kredit sudah dapat ditentukan secara langsung.

Neraca Saldo

Neraca Saldo

Pada sistem pembukuan berpasangan, pendebetan sebagai akibat suatu transaksi harus sama dengan pengkreditan dari transaksi yang bersangkutan. Oleh karena itu dalam buku besar jumlah pendebetan-pendebetan pada rekening-rekening harus selalu sama dengan jumlah pengkreditan-pengkreditannya.

Analisa Transaksi

Analisa Transaksi

Agar transaksi-transaksi yang terjadi dapat dicatat dalam rekening-rekening yang benar, diperlukan analisa terhadap transaksi-transaksi itu untuk mengetahui akibat dari transaksi tadi. Dalam melakukan analisa ini dicari akibat dari suatu transaksi, kepada paling sedikit dua rekening karena sistem yang digunakan adalah pembukuan berpasangan (double entry).

Laporan Perubahan Modal

Laporan Perubahan Modal

Di samping penyusunan neraca dan laporan rugi laba, pada akhir periode akuntansi biasanya juga disusun laporan yang menunjukkan sebab-sebab perubahan modal perusahaan. Perusahaan dengan bentuk perseroan, perubahan modalnya ditunjukkan di dalam laporan laba tidak dibagi (retained earnings).

Alokasi Pajak

Alokasi Pajak

Pajak penghasilan yang dikenakan atas penghasilan yang diperoleh dilaporkan mengurangi penghasilan dalam laporan rugi laba. Karena penghasilan dalam suatu periode itu terdiri dari dua unsur yaitu penghasilan usaha yang rutin dan penghasilan luar biasa, maka beban pajaknya juga akan dibagikan kepada elemen-elemen yang rutin dan luar biasa.

Masalah Tentang Laba atau Rugi yang Luar Biasa

Masalah Tentang Laba atau Rugi yang Luar Biasa

Dalam menjalankan usahanya, perusahaan kadang-kadang memperoleh keuntungan atau menderita kerugian di luar usaha pokoknya. Keuntungan atau kerugian seperti ini terjadinya tidak berulang-ulang, dalam arti yang jarang terjadi, misalnya rugi kebakaran.